MAKALAH SISTEM
INFORMASI AKUNTANSI
BAB 15
SIKLUS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGGAJIAN
OLEH :
RESKI MAULIYANA SYAMSUDDIN - 02320130134
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
FAKULTAS EKONOMI– AKUNTANSI
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin.
Segala puji hanya layak untuk Allah SWT seru sekalian alam atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah dengan judul “SIKLUS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
DAN PENGGAJIAN”.
Semoga
makalah ini, dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan. Harapan kami semoga
makalah ini membantu, menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga kami dapat memperbaiki bantuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Makalah
ini kami
akui masih banyak kekurangan karena banyak hal. Oleh karena itu, kami harapkan kepada
para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.
Makassar, 20 oktober 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Hal Judul ..................................................................................................................I
Kata Pengantar .......................................................................................................II
Daftar Isi
................................................................................................................III
A.
Pendahuluan ...................................................................................................1
1. Latar Belakang
...........................................................................................1
2. Rumusan Masalah
.....................................................................................2
3. Tujuan
........................................................................................................2
B.
Pembahasan ....................................................................................................6
1. Sistem Informasi Siklus
MSDM/Penggajian ...............................................6
2. Aktivitas Siklus Penggajian
........................................................................8
C.
Kesimpulan
....................................................................................................14
Daftar Pustaka
......................................................................................................15
PENDAHULUAN
1. LATAR
BELAKANG
Siklus manajemen
sumber daya manusia (MSDM/penggajian) – human resources management
(HRM)/payroll cycle adalah serangkaian aktivitas bisnis dan operasi pengolahan
data terkait yang terus-menerus berhubungan dengan mengelola kemampuan pegawai
secara efektif. Tugas-tugas yang lebih penting meliputi :
1. Merekrut dan mempekerjakan para pegawai baru
2. Pelatihan
3. Penugasan pekerjaan
4. Kompensasi (penggajian)
5. Evaluasi kinerja
6. Mengeluarkan pegawai karena penghentian yang
sukarela maupun tidak
Tugas 1 dan 6
dilakukan hanya sekali pada setiap pegawao, sementara tugas 2 sampai 5
dijalankan berulang-ulang selama seorang pegawai bekerja untuk perusahaan
tersebut. Pada kebanyakan perusahaan, keenam aktivitas ini dibagi ke dalam dua
sistem terpisah. Tugas 4, kompensasi pegawai, merupakan fungsi utama sistem
penggajian. Sistem MSDM menjalankan lima tugas lainnya. Pada banyak perusahaan,
kedua sistem tersebut dikelola secara terpisah. Sistem MSDM biasanya merupakan
tanggung jawab dari direktur sumber daya manusia, sementara pengawas mengelola
sistem penggajian. Meski demikian, sistem ERP menggabungkan kedua set aktivitas
tersebut.
Bab ini utamanya
membahas tentang sistem penggajian karena para akuntan
biasanya bertanggung jawab atas fungsi ini. Kita mulai dengan menjelaskan
desain dari sistem MSDM/penggajian terintegrasi dan membahas
pengendalian-pengendalian dasar yang diperlukan untuk memastikan bahwa sistem
tersebut memberikan pihak manajemen dengan informasi yang reliabel dan
memastikan bahwa sistem tersebut mematuhi peraturan pemerintah. Kemudian akan
dijelaskan secara mendetail tentang setiap aktivitas mendasar siklus
penggajian. Kita menutupnya dengan sebuah diskusi pilihan untuk pengalihdayaan
(outsourcing) baik fungsi penggajian mapun MSDM.
2. RUMUSAN MASALAH :
1. Apa saja ancaman yang dialami
dalam sistem informasi siklus MSDM/penggajian ?
2. Apakah yang menjadi aktivitas
dalam siklus penggajian ini ?
3. TUJUAN :
1. Menjelaskan
aktivitas-aktivitas bisnis utama dan operasi pemrosesan informasi terkait yang
dijalankan dalam siklus manajemen sumber daya manusia (MSDM)/penggajian.
2. Mendiskusikan pembuatan
keputusan-keputusan penting dalam siklus MSDM/penggajian dan mengidentifikasi
informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan tersebut.
3. Mengidentifikasi
ancaman-ancaman utama dalam siklus MSDM/penggajian dan mengevaluasi kelengkapan
berbagai prosedur pengendalian internal untuk menghadapi ancaman tersebut
PEMBAHASAN
SIKLUS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
DAN PENGGAJIAN
A. Sistem Informasi Siklus MSDM/Penggajian
Aktivitas-aktivitas
terkait MSDM (informasi mengenai perekrutan, pemecatan, pemindahan, pelatihan,
dsb) dan kumpulan informasi mengenai penggunaan waktu pegawai yang terjadi
setiap hari. Penggajian merupakan suatu aplikasi berkelanjutan yang diproses
dengan modus dengan modus batch.
·
Tinjauan
Proses MSDM dan Kebutuhan Informasi
Dalam organisasi jasa profesional, seperti
Kantor Akuntan Publik (KAP) dan biro hukum, pengetahuan dan keahlian pegawai
merupakan komponen utama dari produk perusahaan, dan biaya tenaga kerja
menunjukkan biaya utama yang dihasilkan dalam menghasilkan pendapatan. Bahkan,
pada perusahaan manufaktur, dimana baiaya tenaga kerja langsung hanya
menunjukkan sebagian dari total biaya langsung, para pegawai adalah pemicu
biaya utama yang kualitas pekerjaannya memengaruhi produktivitas secara
keseluruhan mapun tingkat cacat produk.
Untuk memanfaatkan pegawai perusahaan secara
efektif, sistem MSDM/penggajian harus mengumpulkan dan menyimpan informasi yang
dibutuhkan para manajer untuk menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Berapa banyak pegawai yang diperlukan sebuah
organisasi untuk mencapai rencana strategisnya?
2. Pegawai mana yang memiliki keahlian khusus?
3. Keahlian mana yang pasokannya sedikit?
Keahlian mana yang pasokannya berlebih ?
4. Seberapa efektif program pelantikan terkini
dalam memelihara dan meningkatkan tingkat keahlian pegawai?
5. Apakah keseluruhan kinerja meningkat atau
menurun ?
6. Apakah ada masalah-masalah dengan perputaran,
keterlambatan, atau ketidakhadiran?
Untuk
menggunakan pengetahuan dan kemampuan para pegawai secara lebih efektif, banyak
organisasi berinvestasi pada sistem manajemen pengetahuan. Sistem manajemen
pengetahuan adalah perangkat lunak yang menyimpan dan mengelola keahlian yang
dimiliki oleh pegawai individu sehingga pengetahuan tersebut dapat dibagikan
dan digunakan oleh yang lain.
Sebagai
contoh, kantor konsultan profesional sering menyediakan jasa yang serupa ke
banyak klien yang berbeda. Perangkat lunak manajemen pengetahuan kemungkinan
para konsultan untuk menyimpan solusi-solusi mereka terhadap masalah tertentu
dalam sebuah database yang dibagikan.
Penggunaan
ulang atas pengetahuan tersebut menghemat waktu pada kesempatan di masa depan
akses terhadap database yang dibagikan juga memungkinkan para pegawai untuk
belajar dari kolega-kolega yang tersebar secara geografis yang telah memiliki
pengalaman sebekumnya dalam mengatasi suatu permasalahan tertentu.
Sebagai
tambahan atas biaya langsung yang terkait dengan proses perekrutan
(pengiklanan, pengecekan latar belakang, wawancara kandidat, dsb), terdapat
pula biaya-biaya yang terkait dengan mempekerjakan tenaga bantuan sementara,
melatih para pegawai baru dan mengurangi produktivitas para pegawai baru sampai
mereka sepenuhnya mempelajari bagaimana melakukan seorang pegaawai pada sekitar
1,5 kali gaji tahunan. Akibatnya, organisasi yang mengalami tingkat perputaran
(turnover) pegawai dibawah rata-rata industri memperoleh penghematan biaya yang
memadai dibandingkan para pesaing dengan tingkat perputaran yang lebih tinggi.
Sebagai
contoh, organisasi-organisasi konsultan profesional biasanya telah menyarankan
beberapa level perputaran karena mereka percaya hal tersebut memberikan sebuah
sumber penting atas ide-ide baru. Kuncinya adalah mengendalikan dan mengelola
tingkat perputaran, sehingga tidak mengalami kelebihan.
Semangat
pegawai yang rendah menciptakan biaya dinancial ketika dihasilkan dalam
perputaran. Sebaliknya, terdapat peningkatan bukti bahwa semangat pegawai yang
tinggi memberikan manfaat finansial.
·
Ancaman
dan Pengendalian
Data induk
pegawai yang tidak akurat dapat mengakibatkan penentuan staf yang berlebih atau
kurang. Hal itu juga dapat menciptakan ketidakefisIenan yang berkaitan dengan
penugasan pegawai untuk menjalankan tugas yang tidak sepenuhnya dikuasainya.
Ketidakakuratan data induk penggajian yang mengakibatkan kesalahan pada
pembayaran pegawai dapat menciptakan masalah-masalah semangat kerja yang signifikan.
Sebagai tambahan, organisasi tersebut mungkin menanggung denga untuk kesalahan
yang dibuat dalam pembayaran pajak penggajian. Kesalahan pada data mengenai
penggunaan waktu pegawai dapat mengakibatkan evaluasi kinerja yang tidak akurat
dan kekeliruan dalam perhitungan biaya produk dan jasa organisasi.
Salah satu
cara untuk mengurangi ancaman ketidakakuratan atau tidak validnya data induk,
yaitu menggunakan berbagai pengendalian integritas pemrosesan yang
didiskusikan. Penting juga untuk membatasi akses terhadap data tersebut dan
mengatur sistem, sehingga hanya para pegawai terotorasi yang dapat membuat
perubahan terhadap data induk. Pembatasan ini memerlukan perubahan pada
pengaturan dasar atas peran pegawai dalam sistem ERP untuk membagi tugas yang
tidak sesuai dengan tepat.
Pengaturan
dasar dari banyak sistem mengizinkan staf penggajian tidak hanya membaca,
tetapi juga mengubah informasi gaji pada file induk penggajian pegawai.
Meskipun prosedur-prosedur untuk memodifikasi pengaturan divariasikan ke dalam
paket-paket perangkat luank yang berbeda, untuk mengetahui perubahan apa yang
sebaiknya dilakukan hanya memerlukan pemahaman yang mendalam atas pemisahan
tugas secara tepat terhadap proses bisnis yang berbeda-beda. Meski demikian,
pengendalian preventif tidak pernah 100% efektif.
Ancaman umum
kedua dalam siklus MSDM/penggajian adalah pengungkapan yang tidak diotorisasi
atas informasi sensitif, seperti gaji dan evaluasi kinerja untuk pegawai
individu. Prosedur pengendalian terbaik untuk mengurangi risiko pengungkapan
data penggajian yang tak terotorisasi adalah menggunakan autentikasi
multifaktor dan pengendalian keamanan disik untuk membatasi akses data induk
MSDM/penggajian hanya kepada para pegawai yang memerlukan akses tersebut untuk
menjalankan pekerjaan mereka. Penting pula untuk mengatur sistem agar membatasi
pegawai dalam penggunaan build-in query milik sistem yang secara tidak langsung
mengakses informasi sensitif.
Ancaman umum
ketiga dalam siklus MSDM/penggajian terkait dengan hilang atau rusaknya data
induk. Cara terbaik untuk mengurangi risiko atas ancaman ini adalah menggunakan
backup dan prosedur pemulihan bencana.
Ancaman umum
keempat dalam siklus MSDM/penggajian adalah mempekerjakan pegawai yang tidak
berkualifikasi dapat meningkatkan biaya produksi dan mempekerjaan seorang
pegawai yang merupakan seorang pencuri dapat menimbulkan pencurian aset. Kedua
pegawai tersebut tepatnya dapat ditanggulangi dengan prosedur perekrutan yang
sesuai. Para kandidat harus diminta untuk menandatangi sebuah pernyataan dalam
formulir lamaran kerja yang menegaskan tentang keakuratan indormasi yang
diberikan oleh kandidat serta memberikan persetujuan kepada perusahaan untuk
mengecek latar belakang menyeluruh atas surat keterangan kerja dan riwayat
pekerjaannya.
Ancaman umum
kelima dalam siklus MSDM/penggajian adalah pelanggaran atas hukum dan peraturan
terkait perekrutan dan pemecatan pegawai secara tepat. Pemerintah memberikan
sanksi yang berat pada perusahaan yang melanggar ketentuan hukum
ketenagakerjaan. Organisasi tersebut juga dapat dikenakan gugatan sipil oleh
orang yang dinyatakan sebagai korban diskriminasi ketenagakerjaan. Prosedur
pengendalian terbaik untuk mengatasi masalah-masalah potensial tersebut adalah
mendokumentasikan secara cermat seluruh tindakan terkait pemberitahuan untuk
tujuan perekrutan dan proses memperkerjakan pegawai baru serta pemecatan
pegawai.
B. Aktivitas Siklus Penggajian
Figur 15-2
menyajikan sebuah diagram konteks sistem penggajian. Diagram konteks tersebut
menunjukkan ada lima sumber utama input pada sistem penggajian. Departemen MSDM
memberikan informasi mengenai perekrutan, pemberhentian, dan perubahan tingkat
pembayaran (kenaikan gaji dan promosi jabatan). Para pegawai mengajukan
perbuahan terkait potongan yang mereka tentukan secara bebas (misalnya, iuran
untuk dana pensiun). Departemen-departemen memberikan data mengenai jan kerja
aktual para pegawai para petugas pemerintahan memberikan tingkat pajak dan
isntruksi untuk memenuhi ketentuan peraturan. Begitu pula dengan perusahaan asuransi
serta organisasi lain yang memberikan instruksinya agar menghitung dan
membayarkan berbagai potongan gaji untuk pembayaran pajak.
Figur
15-2 menunjukkan bahwa sejumlah cek (yang mungkin elektronik) merupakan output
utama sistem penggajian. Cek penggajian dikirim ke bank dengan tujuan untuk
mentransfer/memindahkan dana dari rekening umum perusahaan ke rekening
penggajian perusahaan. Sejumlah cek juga diberikan ke agen-agen pemerintah,
perusahaan asuransi dan organisasi lain untuk memenuhi kewajiban perusahaan
(seperti pajak, premi asuransi).
·
Memperbarui
Database Induk Penggajian
Aktivitas
pertama dalam siklus MSDM/penggajian melibatkan pembaruan database induk
penggajian yang merefleksikan berbagai jenis perubahan yang diajukan secara
internal: perekrutan baru, pemberhentian, perubahan dalam tingkat bayaran, atau
perubahan dalam gaji tertahan yang ditetapkan. Selain itu, secara berkala data
induk perlu diperbarui untuk menunjukkan perubahan-perubahan tarif pajak dan
potongan untuk asuransi.
FIGUR
15-2 Diagram Konteks Bagian Penggajian dari Siklus MSDM/Penggajian
PROSES. Figur 15-1 menunjukkan bahwa departemen MSDM
bertanggung jawab untuk memperbaharui database penggajian untuk perubahan yang
diajukan secara internal terkait ketenagakerjaan, sedangkan departemen
penggajian memperbarui informasi mengenai tarif pajak dan potongan penggajian
lainnya ketika ia menerima pemberitahuan perubahan dari berbagai unit
pemerintahan dan perusahaan asuransi.
Catatan-catatan atas
pegawai yang keluar atau dipecat sebaiknya tidak dihapus dengan segara karena
beberapa laporan pajak akhir tahun, termasuk formulir W-2, memerlukan data
mengenai seluruh pegawai yang bekerja pada organisasi selama tahun tersebut
ANCAMAN DAN PENGENDALIAN. Pemisahan tuags secara tepat merupakan
prosedur pengendalian utama untuk menghadapi ancama tersebut. Para pegawai
departemen MSDM sebaiknya tidak secara langsung ikut serta dalam pemrosesan
penggajian atau pendistribusian cek gaji. Pemisahan tugas ini mencegah
seseorang yang memiliki akses-akses terhadap cek gaji untuk menciptakan pegawai
fiktif atau mengubah tingkat bayaran dan kemudian mengambil cek-cek palsu
tersebut. Selain itu, seluruh perubahan terhadap file induk penggajian tersebut
harus diperiksa dan disetujui oleh seseorang, yaitu selain pihak yang
merekomendasikan perubahan tersebut.
Pengendalian
akses sistem penggajian penting. Sistem terebut seharusnya diatur untuk
membandingkan ID pengguna dan kata sandi dengan sebuah matriks. Pengendalian
akses yang menjelaskan tindakan apa yang diperbolehkan untuk dijalankan setiap
pegawai dan mengonfirmasikan file apa yang diperbolehkan untuk diakses setiap
pegawai.
Ancaman lainnya adalah
ketidakakuratan dalam memperbarui data induk penggajian sehingga dapat
menghasilkan kesalahan dalam pembayaran pegawai dan denda karena tidak
membayarkan jumlah yang benar atas pajak penggajian kepada pemerintah. Untuk
mengatasi ancaman ini, pengendalian integritas pemrosesan secara tepat yang
didiskusikan dengan pengecekan validitas pada nomor pelanggan dan
uji kelayakan terhadap perubahan yang sedang dibuat, sebaiknya diterapkan ke
seluruh transaksi-transaksi perubahan penggajian. Selain itu, memiliki laporan
pemeriksaan manajer departemen sebuah cara yang tepat waktu untuk mendeteksi
kesalahan.
·
Memvalidasi
Data Waktu dan Kehadiran
Langkah
kedua dalam siklus penggajian adalah memvalidasi setiap data waktu dan
kehadiran pegawai.
PROSES. Bagi
para pegawai yang dibayar berdasarkan jam, banyak perusahaan menggunakan kartu waktu (time card) untuk mencatat
waktu kedatangan dan keberangkatan pegawai setiap harinya.
Perusahaan
manufaktur juga menggunakan kartu jam kerja untuk mencatat data secara
mendetail mengenai bagaimana para pegawai menggunakan waktu mereka (yaitu
pekerjaan apa yang mereka lakukan). Para profesional pada organisasi jasa
seperti KAP; kantor hukum, dan kantor konsultan dengan cara yang sama melacak
waktu yang mereka habiskan untuk melakukan berbagai tugas dan bagi klien yang
sama saja, mereka mencatat data-data tersebut dalam lembar waktu (time sheet).
Penggunaan
intensif, komisi dan bonus memerlukan penautan sistem penggajian dan sistem
informasi atas penjualan dan siklus lainnya guna mengumpulkan data yang
digunakan untuk menghitung bonus. Selain itu, skema bonus/intensid harus secara
tepat didesain dengan tujuan realistis yang dapat dicapai, sehingga secara objektif
dapat diukur.
ANCAMAN
DAN PENGENDALIAN. Ancaman
utama terhadap aktivitas penggajian adalah data waktu dan kehadiran yang tidak
akurat. Ketidakakuratan dalam catatan waktu dan kehadiran wapat mengakibatkan
biaya tenaga kerja yang meningkat dan laopran biaya tenaga kerja yang keliru.
Ketidakakuratan gaji jasa tenaga kerja yang tak terbayarkan.
Otomatisasi
data sumber dapat mengurangi risiko kesalahan yang tidak diinginkan dalam
pengumpulan data waktu dan kehadiran. Menggunakan teknologi untuk menangkap data
waktu dan kehadiran juga dapat meningkatkan produktivitas dan memotong biaya.
Penghematan
beberapa menit untuk setiap pegawai mungkin tidak terdengar begitu menarik,
tetpai ketika dikalikan dengan ribuan pegawai dalam sebuah industri dengan
margin laba yang kurang dari 1%, efeknya pada lini bawah dapat menjadi
signifikan. Otomatisasi data sumber juga dapat digunakan untuk mengumpulkan
data waktu dan kehadiran staf jasa profesional.
Teknologi
Informasi (TI) juga dapat mengurangi risiko ketidakakuratan yang disengaja
untuk data waktu dan kehadiran. Sebagai contoh, beberapa perusahaan manufaktur
saat ini menggunakan teknik autentifikasi biometri. Tujuannya adalah utnuk mencegah pegawai meninggalkan pekerjaan
lebih dini serta mencegah adanya seornag rekan kerja yang salah mencatat bahwa
orang tersebut ada ditempat kerja. Data kartu waktu yang digunakan untuk
menghitung penggajian, harus direkonsiliasi terhadap data kartu jam kerja yang
digunakan untuk tujuan penentuan biaya dan manajerial, semuanya dilakukan oleh
seseorang yang tidak terlibat dalam pembuatan data tersebut.
·
Menyiapkan
Penggajian
PROSES
. Pertama, transaksi penggajian diedit
dan transaksi yang divalidasi kemudiann
disortir berdasarkan nomor pegawai. Jika organisasi memproses penggajian
dari beberapa divisi, setiap file transaksi penggajian juga harus digabungkan.
Potongan
penggajian dibagi ke dalam dua kategori umum: potongan pajak gaji dan potongan
sukarela. Potongan pajak gaji meliputi penghasilan negara, negara bagian, dan
daerah, begitu pula pajak Social Security. Potongan sukarela meliputi iuran
dana pensiun; premi asuransi jiwa, kesehatan, dan asuransi kecacatan; iuran
serikat; dan kontribusi untuk berbagai sumbangan amal.
Ketika gaji
bersih dihitung, dasar year-to-date untuk gaji kotor, potongan, dan gaji bersih
dalam setiap catatan pegawai pada file induk penggajian pada file induk
penggajian diperbarui. Pertama, karena potongan pajak Social Security dan
potongan lainnya memiliki pidah batas (cutoff), perusahaan harus tahu kapan
untuk memastikan bahwa jumlah pajak dan potongan lain yang sesuai dibayarkan ke
petugas pemerinthana, perusahaan asuransi, dan organisasi lain. Informasi ini
juga harus disertakan dalam berbagai laporan yang diajukan ke petugas-petugas
tersebut. Daftar penggajian atau
register penggajian mencantumkan gaji kotor setiap pegawai, potongan
penggajian, dan gaji bersih dalam format multikolom. Daftar ini juga berlaku
sebagai dokumentasi pendukung untuk mengotorisasi transfer dana ke rekening
pengecekan penggajian organisasi. Daftar
potongan memuat potongan sukarela lainnya bagi setiap pegawai.
Terakhir,
sistem mencetak cek gaji pegawai. Cek gaji ini biasanya menyertakan sebuah laporan pendapatan yang memuat jumlah
gaji kotor, potongan dan gaji bersih untuk periode terkini serta total
year-to-date untuk masing-masing kategori.
Sistem
penggajian juga menghasilkan sejumlah laporan mendetaik. Beberapa dari laporan
umum untuk penggunaan internal, tetapi kebanyakan dari laporan digunakan oleh
petugas-petugas pemerintahan. Akibatnya, bagian MSDM/penggajian dari sistem ERP
menyediakan sarana ekstensif untuk memenuhi persyaratan pelaporan pemerintah
negara, negara bagian dan daerah.
KESIMPULAN
Sistem informasi MSDM/penggajian terdiri atas dua subsistem yang saling
berhubungan, tetapi terpisah: MSDM dan penggajian. Sistem MSDM mencatat dan
mengolah data mengenai aktivitas perekerutan, pelatihan, penugasan,
pengevaluasian, dan pemberhentian pegawai. Sistem penggajian mencatat dan
mengolah data yang digunakan untuk membayar para pegawai atau jasa mereka.
Sistem MSDM/penggajian harus didesain untuk mematuhi banyaknya regulasi
pemerintah baik itu pajak maupun praktik ketenagakerjaan. Selain itu,
pengendalian yang memadai harus tersedia untuk mencegah (1) kelebihan dalam
pembayaran pegawai karena data waktu dan kehadiran yang tidak valid (disajikan
lebih) dan (2) membayar cek gaji ke pegawai fiktif. Kedua ancaman ini dapat
diminimalkan dengan pemisahan tugas yang tepat, secara spesifik dengan membuat
fungsi-fungsi berikut yang dijalankan oleh individu yang berbeda:
1. Mengotorisasi dan membuat
perubahan terhadap file induk penggajian untuk kegiatan-kegiatan seperti
perekrutan, pemecatan, dan kenaikan gaji.
2. Mencatat dan memverifikasikan
waktu kerja pegawai
3. Menyiapkan cek gaji
4. Mendistribusikan cek gaji
5. Merekonsiliasikan rekening
bank penggajian
Meskipun sistem MSDM dan penggajian secara tradisional telah dipisahkan,
banyak perusahaan termasuk AOE, mencoba mengintegrasikannya untuk mengelola
sumber daya manusia dengan efektif serta memberikan para pegawai dengan manfaat
dan layanan yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
B.Romney, Marshall.,& Paul John Steinbart. (2014). SistemInformasiAkuntansi
(Edisi ke-13).Jakarta: PenerbitSalembaEmpat.

ijin save materinya kk
BalasHapus