Minggu, 05 Oktober 2014

KERANGKA KARANGAN


 
Sebuah kerangka karangan tidak boleh diperlakukan sebagai suatu pedoman yang kaku, tetapi selalu dapat mengalami perubahan dan perbaikan untuk mencapai suatu bentuk yang lebih sempurna. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar suatu karangan yang akan digarap.
1.    Manfaat Kerangka Karangan

Kerangka karangan sangat membantu penulis dalam membantu menggarap karangan, sehingga
penulis dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dilakukan. Kerangka karangan dapat membantu penulis dalam hal-hal seperti berikut :
- Untuk menyusun karangan secara teratur,
- Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda,
- Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih,   
- Memudahkan penulis mencari materi pembantu,
- Bila seseorang pembaca telah menghadapi karangan yang hakekatnya sama dengan apa telah dibuat pengarangnya.

2.    Penyusunan kerangka karangan

Suatu kerangka karangan yang baik tidak sekali dibuat. Penulis perlu akan selalu menyempurnakan bentuk yang pertama, sehingga akan diperoleh bentuk yang lebih baik, demikian seterusnya.
Langkah-langkah sebagai tuntutan yang harus diikuti adalah sebagai berikut :
a.    Rumusan tema yang jelas berdasarkan suatu topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi.
b.    Mengadakan inventarisasi topik-topik bawahan yang dianggap sebagai perincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi.
c.    Mengadakan evaluasi topik-topik yang telah dicatat pada langkah kedia di atas.
d.    Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat rinci, maka langkah kedua dan ketiga dikerjakan berulang-ulang untuk menyusun topik-topik yang lebih rendah tingkatannya.
e.    Sesudah semua siap, masih harus dilakukan langkah yang terakhir, yaitu menentukan sebuah pola susunan yang paling cocok untuk mengurutkan semua perincian dari tesis atau pengungkapan maksud sebagai yang telah diperoleh dengan mempergunakan semua langkah di atas.

3.    Tipe Susunan Kerangka Karangan
Macam-macam tipe susunan kerangka karangan yang dikembangkan berdasarkan jalan pikiran penulis adalah :
1.      Urutan Waktu (Kronologis) adalah urutan yang didasarkan pada urutan peristiwa atau tahap-tahap kejadiannya.
2.      Urutan Ruang (Sapsial) biasanya juga disebut urutan lokal, yaitu susunan kerangka karangan yang diatur menurut urutan atau susunan ruang/tempat badan obyek yang hendak diuraikan
3.      Urutan Klimaks dan Anti Klimaks, urutan kerangka karngan semacam ini diatur menurut jenjang kepentingan
4.      Urutan Kausal mencakup pola, yaitu urutan dari sebab ke akibat, dari urutan dari akibat ke sebab.
5.      Urutan Umum Sebab dan Urutan Khusus-umum, urutan yang bergerak dari umum ke khusus, pertama-tama memperkenalkan kelompok yang paling besar atau paling umum, kemudian menelusuri kelompok-kelompok khusus atau kecil.
6.      Urutan Familiaritas dapat bergerak dari hal yang diketahui ke yang belum diketahui, dari yang sederhana ke hal yang rumit.
7.      Pertandingan dan Pertentangan, urutan pertandingan maupun pertentangan menunjukkan hubungan bergerak antara berbagai hal, gagasan, orang.
8.      Urutan Pemecahan Masalah dimulai dari suatu masalah tertentu, kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut.
9.      Urutan Akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan diterima atau tidak oleh para pembaca.


4.    Macam-macam Kerangka Karangan

- Berdasarkan perincian.
Berdasarkan perincian yang dilakukan pada suatu kerangka karangan, maka dapat dibedakan atas kerangka karangan sementara (nonformal) dan kerangka karangan formal.
- Berdasarkan Perumusan Teksnya.
Sesuai dengan cara merumuskan teks dalam tiap unit sebuah kerangka karangan, maka dapat dibedakan kerangka atas karangan atas kerangka topik dan kerangka kalimat.


5.    Syarat-syarat Kerangka Karangan Yang Baik
Tipe kerangka karangan yang baik harus memenuhi persyaratan-persyaratan berikut :
1.      Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas,
2.      Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan,
3.      Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis,
4.      Harus mempergunakan pasangan symbol yang konsisten

Tidak ada komentar:

Posting Komentar